Kamis, 11 Juni 2026

Ibu....Maafkan aku

IBU ....MAAFKAN AKU

Oleh: Idwik

Malam meluruh dalam senyap yang pekat, Berkas kedinasan telah usai kuikat. Di pojok ruang tengah yang temaram, Kupandangi selembar foto dalam genggaman, Senyummu yang tulus, Ibu... menembus malam.

Ibu... maafkan aku, Atas ego masa muda yang dulu membelenggu, Saat gila kerja dan urusan dunia membuatku buru, Hingga panggilan teleponmu sering kuabaikan berlalu, "Maaf Ibu, anakmu sedang sibuk rapat dinas di kantor guru."

Teringat lebaran terakhir sebelum Engkau tiada, Saat himpitan ekonomi di perantauan melanda, Kukabarkan lewat telepon tak bisa pulang berjumpa, Suaramu bergetar lembut menahan kecewa di dada, "Tak apa Nak, jaga enam anakmu," ucapmu penuh rida.

Kini, raga yang membungkus kehangatan itu telah terkubur, Menyusul bapak yang lebih dulu berpulang ke alam luhur. Pintu surga duniaku telah tertutup rapat, Menyisakan rintih penyesalan yang kian merapat, Ibu... maafkan aku yang terlambat bersujud mendekat.

Di sepertiga malam, di atas sajadah putih ku bersujud, Membasuh sisa kelelahan dengan wudu yang khusyuk. Air mataku tumpah, mengalir membasahi kain senyap, Kupanjatkan tobat dan permohonan maaf yang tersingkap, Berharap Allah sampaikan sejuta rindu yang mendekap.

Tiba-tiba batin ini menghangat, laksana embun pagi, Kuingat nasehatmu bahwa seorang ibu tak pernah membenci. Doa anak yang shalih adalah kekayaan sejatimu di barzah, Kini rasa sesak berganti menjadi ketenangan yang indah, Kutahu Engkau telah memaafkanku dengan senyum merekah.

Fajar menyingsing, membawa berkah yang tak terhingga, Enam anakku berkumpul, rapi bersiap melangkah. Si sulung mencium tanganku, santun penuh akhlak mulia, "Ayah, maafkan jika kakak membuat lelah," ucapnya sedia, Inilah cara Allah menghibur hatiku yang sempat terluka.

Kini kulangkah kakiku dengan optimisme yang menyala, Mendidik tunas-tunas ini agar tak mengulang salah yang sama. Kalimat "Ibu... Maafkan aku" tak lagi kutangisi dengan duka, Melainkan kujadikan jembatan doa penembus sekat alam semesta, Hingga kelak kita berkumpul kembali di surga-Nya yang baka.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tolong kasih komentar ya ?

Indahnya pantai Kertasari

Indahnya Pantai Kertasari Oleh : Idwik ​Di pelukan hangat tanah Sumbawa, Tersembunyi surga yang tenangkan jiwa. Kertasari namanya, permat...