Kamis, 11 Juni 2026

Berpura-pura suci

BERPURA-PURA SUCI

Oleh: Idwik

Gemerincing notifikasi berbunyi bertubi-tubi, Metrik digital menanjak, membuai ego di hati. Dunia maya memuja sosokku yang tampak berseri, Latar estetis, potongan ayat, dan hadits kubagi, Dipanggil "Akhi", hanyut dalam validasi semu yang menipu diri.

Namun saat layar gawai mati dan terkunci, Luruhlah pesona kontras, menyisakan jiwa yang sunyi. Konten subuh itu bukan rindu pada Ilahi, Melainkan racikan algoritma dan tren yang kutebangi, Demi angka statistik, kuperankan dusta di balik jeruji.

Shalat lima waktu kurapel di ujung masa, Lisan dakwahku berbalik jadi ghibah dan prasangka. Aku hidup nyaman dalam topeng tebal tanpa cela, Dipuji bagai panutan penjemput hidayah mulia, Padahal di dalam cermin, jiwaku hancur merana.

Puncaknya di sunyinya malam Ramadhan yang syahdu, Video Lailatul Qadar meledak, namun dopaminku membeku. Dikelilingi ratusan ribu pengikut, aku terasing kaku, Menatap bayangan diri yang munafik dan palsu, Air mata yang lama kering, kini tumpah mengadu.

Teringat ancaman ngeri bagi alim yang riya, Diseret pertama kali ke neraka karena gila dunia. Seluruh tubuhku bergetar, jantung berdegup nista, Kupaksakan langkah berat mengambil wudu yang nyata, Kugelarkan sejadah properti, kini murni untuk bersujud pasrah.

Tanpa lampu sorot, tanpa kamera yang membingkai, Hanya ada hamba yang hina di kegelapan yang damai. Takbiratul ihram kuangkat, dada bergetar hebat, Sujud terakhirku basah, membongkar topeng penyekat, "Ya Allah, ampuni hamba-Mu yang paling palsu dan berkarat."

Kutumpahkan kebusukan hati tanpa ada yang tersembunyi, Pujian jutaan netizen tak lagi mampu membentengi. Saat salam terucap, sejuk kedamaian merayap pasti, Kuhapus video pamrih, kuubah bio profil diri: Hanya seorang pendosa yang sedang mengetuk pintu ampunan Ilahi.

Biarlah kini ku kembali jadi hamba yang biasa, Dilupakan dunia maya, tak punya angka atau kasta. Asalkan namaku tak asing di agungnya langit angkasa, Sebab harta terindah adalah jujur bersujud tanpa rekayasa, Tak lagi menghamba konten, tak lagi berpura-pura suci di semesta. 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tolong kasih komentar ya ?

Indahnya pantai Kertasari

Indahnya Pantai Kertasari Oleh : Idwik ​Di pelukan hangat tanah Sumbawa, Tersembunyi surga yang tenangkan jiwa. Kertasari namanya, permat...