Rabu, 03 September 2008

PUISI 2: Terbuka Cahaya-Mu

Taliwang,27 April 2007
pagi, 06.00 wita

Terbuka Cahayamu

Kebisuan yang tiada jemu
Kembali mengusik suasana pilu
Seorang yang kembali bangkit
Dari sakit yang begitu panjang
Diraihnya sebuah pena
Untuk tuliskan sesuatu yang bermakna
Bagi dirinya , hilangkan dahaga yang panjang
Demi kesembuhan batinnya yang kian gundah gulana
Ia bangkit, dan terus bangkit
Demi satu tujuan
Kepada kampung yang abadi
Yang tiada sanggup orang mengikutinya
Kampung yang begitu unik
Tiada duka dan nestapa
Tiada tangis dan sengsara
Hanya ada suka dalam suka
Terbuka Cahayamu
Dan terbukalah cahayaMu
Sebab itu hilanglah gelap gulita
Kepada Cahaya yang kian membara
Ah, begitu nikmatnya
CahyaMu senantiasa Ada
Dan kian menyinari rasa
Hingga tida pilu dihati lagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tolong kasih komentar ya ?

Ada ttitik titik diujung Do'a

ADA TITIK-TITIK DI UJUNG DOA SAAT MENUJU MASA  PENSIUN  Oleh: Idwik Malam telah beranjak jauh melewati batas puncaknya, menyisakan desau...