Jumat, 12 September 2008

Puisi 8: Embun Pagi

Segarnya embun pagi
Mengantarkanku kepada cahaya
yang berseri
bersama kicauan burung nuri menyambut pagi
hingga mengingatkanku kepada perjalanan suci
dan angin yang senantiasa berhembus mesra
menyambutku kepada indahnya cinta
karena
dalam belaian cinta pagi....
begitu terasa olehku mimpi-mimpi itu begitu nyata
sebab engkau sudah berada dekat sekali.
dekat sekali..
Aku tak sanggup mengejarmu
Tetapi engkau senantiasa memanggilku
Tidak hari ini...
Esok pagi bersama embun pagi
engkau selalu ada di sana.
dan kembali berseri
bersama mekarnya bunga melati
Aku iri
engkau begitu suci
aku malu engkau menatapku
embun pagi
tatap saja kembali
dan mengajakku kepada indahnya pagi
Aku tak kuasa lagi
tapi aku harus lalui
karena cinta memang suci
.....
bersama embun pagi
aku sambut cahayamu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tolong kasih komentar ya ?

Ada ttitik titik diujung Do'a

ADA TITIK-TITIK DI UJUNG DOA SAAT MENUJU MASA  PENSIUN  Oleh: Idwik Malam telah beranjak jauh melewati batas puncaknya, menyisakan desau...