Ingin aku pandang masa depan
dari segenap penjuru rasa
hingga batas kenistaanku tiada
dan puncak kedamaianpun kudapatkan
Tapi massa lalu senantiasa menghantuiku
dari segenap rasa di dalam dada
hingga batas kebaikanpun telah tiada
dan puncak kegelisahanpun hinggap merana
masihkah ada waktu
tuk tinggalkan waktu
hingga sang waktu tidak berlalu begitu saja
dan sampi pulalah pada waktu yang telah ditentukan
jika sudah kupandang massa
dari massa lalu ke massa yang akan datang
masihkah aku tetap diam membisu
dan hanya terpaku menunggu
merugilah aku....
bangkitlah, sebab sang waktu tidak akan kembali
senantiasa berputar
dan pergi meinggalkan kita
bersegeralah, sebelum datangnya sang waktu menjemput kita
tuk mengajak pergi bersamanya
hingga ke dalam dimensi yang semakin jauh terasa
dan alangkah bijaksananya...alangkah bijaksananya ....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Ada ttitik titik diujung Do'a
ADA TITIK-TITIK DI UJUNG DOA SAAT MENUJU MASA PENSIUN Oleh: Idwik Malam telah beranjak jauh melewati batas puncaknya, menyisakan desau...
-
Setelah dapat saran dari mas Ahmad Faisol ana sempatkan cari makalah tentang puisi dan seluk beluknya, mudah-mudahan dengan tulisan di bawah...
-
KAU BUKAN RUMAH Oleh: Idwik Malam itu, gerimis membungkus kota dengan aroma tanah basah yang pekat dan dingin. Di dalam ruang kerja yang...
harus bersegera ibadah neh
BalasHapusalhamdulillah ...
BalasHapusaku suka dengan puisi2nya om, apalagi puisi yg ini.
BalasHapusoh iya, makasiy udah mempir ke tempatku yah