Minggu, 04 September 2011

Pelita Syawal

Hari Raya ini bagaikan pelita yang menyala bersinar terang padanya kebahagiaan takkan padam sinar kemeriahannya sehingga datang suatu waktu akan pudar sinar ukhuwahnya. Hari raya ini kita gembira menyambutnya bersolat hari raya menziarahi saudara dan teman mengunjungi mereka yang telah pergi bermaaf-maafan melupakan kesalahan yang lalu. Namun selepas berlalunya Syawal akhlak kita masih lagi tercemar masih usang masih gersang ke manakah perginya nur Ramadan? ke manakah perginya pelita Syawal yang baru saja berlalu? M.A.Uswah, Sandakan, November 2004. tanda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tolong kasih komentar ya ?

Sepatu

Sepasang Langkah, Satu Tujuan Mereka terlahir dari rahim yang sama, Namun ditakdirkan berdiri di ruang yang berbeda. Yang satu melengkung ke...