Tampilkan postingan dengan label ragam puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ragam puisi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 12 Mei 2012
Duka Sukhoi....
Tak sepantasnya engakau meratapi kelu mu
Tak kan lama dan pasti akan berakhir
Tak bisa kau mengerti kenapa begitu cepat
Tak bisa kau pungkiri engkau begitu kehilangan
Tak kan kau sadari semua telah terjadi
Tak seharusnya engkau membencinya
Tak mungkin dia kan kembali
Tak tahu apa yg harus diperbuat
Tak mungkin kembalikan dia
Tak satupun mampu tahu
Tak di sangka rahasia kan terjadi
Tak terasa semua turut berduka
Tak harus menunggu
Tak harus memacu
Tak kan selamanya.... dan semua pasti kan berakhir
Innalillahi wa inna ilaihi rooji'uuna
Kamis, 19 Agustus 2010
Ramadhanku
Rasa haus dan lapar tetap ada
Tapi tak membendung niaku tuk sampai kepadaMu
Karena ku yakin akan balasanMu
Bahwa kelak semua akan sirna
Diriku yang lemah ini
Tak sanggup menghitung lagi nikmatMu
Yang sudah Engkau berikan kepadaKu
Jika hanya rasa haus dan lapar saja, mengapa ku harus mengeluh karenanya
Tidak hanya itulah aku menantimu Ramadhanku
Karena tak terbayang ku dapat menjumpaimu lagi
Oleh sebab itu kusambut engkau dengan penuh ceria
sekaligus tangis bahagia menggugah biru
Ramadhanku tak kan ku sia-siakan
Tuk mengulang kembali kebaikan-kebaikan yang pernah ada
dan menambah lagi jika ku masih bisa
serta mengubur sirna kedunguan yang pernah ada,
Ramadhanku, RahmatMu menantiku
Ramadhanku, BerkahMu menungguku
Ramadhanku, KemenanganMu mengharapkanku
dan Ramadahnku, AmpunanMu terbuka selalu untukku.
Tapi tak membendung niaku tuk sampai kepadaMu
Karena ku yakin akan balasanMu
Bahwa kelak semua akan sirna
Diriku yang lemah ini
Tak sanggup menghitung lagi nikmatMu
Yang sudah Engkau berikan kepadaKu
Jika hanya rasa haus dan lapar saja, mengapa ku harus mengeluh karenanya
Tidak hanya itulah aku menantimu Ramadhanku
Karena tak terbayang ku dapat menjumpaimu lagi
Oleh sebab itu kusambut engkau dengan penuh ceria
sekaligus tangis bahagia menggugah biru
Ramadhanku tak kan ku sia-siakan
Tuk mengulang kembali kebaikan-kebaikan yang pernah ada
dan menambah lagi jika ku masih bisa
serta mengubur sirna kedunguan yang pernah ada,
Ramadhanku, RahmatMu menantiku
Ramadhanku, BerkahMu menungguku
Ramadhanku, KemenanganMu mengharapkanku
dan Ramadahnku, AmpunanMu terbuka selalu untukku.
Kamis, 29 April 2010
Bantal Mate

Fathi Al Qadri
Tutokal Pang Poto Balad
Mandang Let Biru Ai
Senap Semu Mata Nulang
Yasosong Ling Angin Labu
Yasosong mo Leng Angin
Ate Rusak Ya kasawir
Ya bawa Ngawang Leng Pio
Tenri Ko Gili Bolang Diri
Bolang Diri Bantal Mate
Beangmo Nyawa Ka lepas
Nomonda Masa Kanyaman
Karampat mo Palangan
Mana Karampat Palangan
Beang No DapatYasumping
Santung Komplamo Hajat
No Gampang Yabarabo
Karurekmo Den Gasal Ta
Lamin Nan Kamo Jangi
Rabeyang Rena No Rela
Bawamo Bantal Mate
Minggu, 28 Juni 2009
Apabila Rasulullah bertamu ke rumah
http://bjue.blogspot.com/2009/06/apabila-rasulullah-bertamu-ke-rumah.html?
Friday, June 26, 2009
Bayangkan apabila Rasulullah SAW dengan seizin Allah tiba-tiba muncul mengetuk pintu
rumah kita...
Baginda datang dengan tersenyum dan muka bersih di muka pintu rumah kita. Apa yang
akan kita lakukan? Mestinya kita akan sangat berbahagia, memeluk Baginda erat-erat
dan lantas mempersilakan Baginda masuk ke ruang tamu kita.
Kemudian kita tentunya akan meminta dengan sangat agar Rasulullah SAW sudi menginap
beberapa hari di rumah kita.
Baginda tentu tersenyum...
Tapi barangkali kita meminta pula Rasulullah SAW menunggu sebentar di depan pintu
kerana kita teringat Video CD rated 18xxx yang ada di ruang tengah dan kita
tergesa-gesa memindahkan dahulu video tersebut ke dalam.
Baginda tentu tetap tersenyum...
Atau barangkali kita teringat akan lukisan wanita setengah telanjang yang kita pasang
di ruang tamu kita, sehingga kita terpaksa juga memindahkannya ke belakang secara
tergesa-gesa. Barangkali kita akan memindahkan lafaz Allah dan Muhammad yang ada
di ruang samping dan kita meletakkannya di ruang tamu.
Baginda tentu tersenyum.....
Bagaimana bila kemudian Rasulullah SAW bersedia menginap di rumah kita? Barangkali
kita teringat bahwa anak kita lebih hafal lagu-lagu barat daripada menghafal Selawat
kepada Rasulullah SAW. Barangkali kita menjadi malu bahwa anak-anak kita tidak
mengetahui sedikit pun sejarah Rasulullah SAW kerana kita lupa dan lalai mengajari
anak-anak kita.
Baginda tentu tersenyum... ...
Barangkali kita menjadi malu bahwa anak kita tidak mengetahui satupun nama keluarga
Rasulullah dan sahabatnya tetapi hafal di luar kepala mengenai anggota Power Rangers
atau Kura-kura Ninja. Barangkali kita terpaksa harus menukar satu kamar mandi menjadi
ruang Solat. Barangkali kita teringat bahwa perempuan di rumah kita tidak memiliki
koleksi pakaian yang sesuai untuk berhadapan kepada Rasulullah SAW.
Baginda tentu tersenyum... .....
Belum lagi koleksi buku-buku kita dan anak-anak kita. Belum lagi koleksi kaset kita
dan anak-anak kita. Belum lagi koleksi karaoke kita dan anak-anak kita. Ke mana kita
harus menyingkirkan semua koleksi tersebut demi menghormati junjungan kita?
Barangkali kita menjadi malu diketahui junjungan kita bahawa kita tidak pernah
ke masjid meskipun azan berbunyi.
Baginda tentu tersenyum... ... ..
Barangkali kita menjadi malu kerana pada saat Maghrib keluarga kita malah sibuk
di depan TV. Barangkali kita menjadi malu kerana kita menghabiskan hampir seluruh
waktu kita untuk mencari kesenangan duniawi. Barangkali kita menjadi malu kerana
keluarga kita tidak pernah menjalankan solat sunat. Barangkali kita menjadi malu
kerana keluarga kita sangat jarang membaca Al Qur'an. Barangkali kita menjadi malu
bahwa kita tidak mengenal tetangga-tetangga kita.
Baginda tentu tersenyum... ... .
Barangkali kita menjadi malu jika
Rasulullah SAW menanyakan kepada kita siapa nama tukang sampah yang setiap hari lewat
di depan rumah kita. Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah SAW bertanya
tentang nama dan alamat tukang penjaga masjid di kampung kita.
Betapa senyum Baginda masih ada di situ... ... ..
Bayangkan apabila Rasulullah SAW tiba-tiba muncul di depan rumah kita........
Apa yang akan kita lakukan ?
Masihkah kita memeluk junjungan kita dan mempersilakan Baginda masuk dan menginap
di rumah kita? Ataukah akhirnya dengan berat hati, kita akan menolak Baginda
berkunjung ke rumah kerana hal itu akan sangat membuat kita kalut dan malu.
Maafkan kami ya Rasulullah... ...
... Masihkah Baginda tersenyum?
Senyum pilu, senyum sedih dan senyum getir...
Oh betapa memalukannya kehidupan kita saat ini di mata Rasulullah...
Wallahua'allam.
Buat renungan bersama...
Friday, June 26, 2009
Bayangkan apabila Rasulullah SAW dengan seizin Allah tiba-tiba muncul mengetuk pintu
rumah kita...
Baginda datang dengan tersenyum dan muka bersih di muka pintu rumah kita. Apa yang
akan kita lakukan? Mestinya kita akan sangat berbahagia, memeluk Baginda erat-erat
dan lantas mempersilakan Baginda masuk ke ruang tamu kita.
Kemudian kita tentunya akan meminta dengan sangat agar Rasulullah SAW sudi menginap
beberapa hari di rumah kita.
Baginda tentu tersenyum...
Tapi barangkali kita meminta pula Rasulullah SAW menunggu sebentar di depan pintu
kerana kita teringat Video CD rated 18xxx yang ada di ruang tengah dan kita
tergesa-gesa memindahkan dahulu video tersebut ke dalam.
Baginda tentu tetap tersenyum...
Atau barangkali kita teringat akan lukisan wanita setengah telanjang yang kita pasang
di ruang tamu kita, sehingga kita terpaksa juga memindahkannya ke belakang secara
tergesa-gesa. Barangkali kita akan memindahkan lafaz Allah dan Muhammad yang ada
di ruang samping dan kita meletakkannya di ruang tamu.
Baginda tentu tersenyum.....
Bagaimana bila kemudian Rasulullah SAW bersedia menginap di rumah kita? Barangkali
kita teringat bahwa anak kita lebih hafal lagu-lagu barat daripada menghafal Selawat
kepada Rasulullah SAW. Barangkali kita menjadi malu bahwa anak-anak kita tidak
mengetahui sedikit pun sejarah Rasulullah SAW kerana kita lupa dan lalai mengajari
anak-anak kita.
Baginda tentu tersenyum... ...
Barangkali kita menjadi malu bahwa anak kita tidak mengetahui satupun nama keluarga
Rasulullah dan sahabatnya tetapi hafal di luar kepala mengenai anggota Power Rangers
atau Kura-kura Ninja. Barangkali kita terpaksa harus menukar satu kamar mandi menjadi
ruang Solat. Barangkali kita teringat bahwa perempuan di rumah kita tidak memiliki
koleksi pakaian yang sesuai untuk berhadapan kepada Rasulullah SAW.
Baginda tentu tersenyum... .....
Belum lagi koleksi buku-buku kita dan anak-anak kita. Belum lagi koleksi kaset kita
dan anak-anak kita. Belum lagi koleksi karaoke kita dan anak-anak kita. Ke mana kita
harus menyingkirkan semua koleksi tersebut demi menghormati junjungan kita?
Barangkali kita menjadi malu diketahui junjungan kita bahawa kita tidak pernah
ke masjid meskipun azan berbunyi.
Baginda tentu tersenyum... ... ..
Barangkali kita menjadi malu kerana pada saat Maghrib keluarga kita malah sibuk
di depan TV. Barangkali kita menjadi malu kerana kita menghabiskan hampir seluruh
waktu kita untuk mencari kesenangan duniawi. Barangkali kita menjadi malu kerana
keluarga kita tidak pernah menjalankan solat sunat. Barangkali kita menjadi malu
kerana keluarga kita sangat jarang membaca Al Qur'an. Barangkali kita menjadi malu
bahwa kita tidak mengenal tetangga-tetangga kita.
Baginda tentu tersenyum... ... .
Barangkali kita menjadi malu jika
Rasulullah SAW menanyakan kepada kita siapa nama tukang sampah yang setiap hari lewat
di depan rumah kita. Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah SAW bertanya
tentang nama dan alamat tukang penjaga masjid di kampung kita.
Betapa senyum Baginda masih ada di situ... ... ..
Bayangkan apabila Rasulullah SAW tiba-tiba muncul di depan rumah kita........
Apa yang akan kita lakukan ?
Masihkah kita memeluk junjungan kita dan mempersilakan Baginda masuk dan menginap
di rumah kita? Ataukah akhirnya dengan berat hati, kita akan menolak Baginda
berkunjung ke rumah kerana hal itu akan sangat membuat kita kalut dan malu.
Maafkan kami ya Rasulullah... ...
... Masihkah Baginda tersenyum?
Senyum pilu, senyum sedih dan senyum getir...
Oh betapa memalukannya kehidupan kita saat ini di mata Rasulullah...
Wallahua'allam.
Buat renungan bersama...
Senin, 20 April 2009
Puisi Naratif
Untuk sobat semua yang pengin baca contoh puisi naratif ini ada kiriman dari sobat aku di Melbourn....moga bisa jadi referensi ....siapa lagi yang mau kirim puisi dari ragam yang lain masih terbuka ...
Aku adalah apa yang kupilih
Aku teringat adagium 'aku adalah yang aku makan'atau 'aku menjadi apa yang kupikirkan'
yang sebenarnya aku memilih yang kumakan dan kupikir maka aku lebih menyukai perkataanku ini 'aku adalah apa yang kupilih'
Aku teringat betul kala itu kutonton 'little house on the prairie' bukannya 'si unyil'
kubaca 'hello' bukannya 'hai' dan sekarang aku tahu aku telah jauh hari memilih hidupku.
Aku pun teringat,sangat kuingat, saat aku memutuskan pulang dari perantauanku mengadu nasib di Sumbawa, meski baru sebentar saja disana, malah belum sempat mengirimkan lamaran ke New Mount, karena sebelumnya, di kapal aku mendengar Iwan Fals menyanyikan lagu yang menantang pendirianku 'selamat jalan kawan, semoga kau benar' aku memilih pulang
Aku tak melupakan, tak akan lupa, seketika kakiku tiba di rumah, segera setelahnya aku terima jadwal mengajar, dan aku memilih menerimanya.
Aku teringat, masih teringat, haru biru perjuanganku memilih pendamping hidupku,
aku tak mungkin lupa, ketika aku memilih menyerahkan anak laki pertamaku, usia dua bulan, ke dokter-dokter bedah otak.
Aku masih ingat, masih terus ingat, doaku kepada Allah untuk mengijinkanku merawatnya kembali, apapun yang terjadi.
Aku teringat dan terus terus terus ingat aku telah memilih, aku mengakui bahwa aku memilih dan bukan berdiam, aku telah menjadi apa yang kupilih dan bukan menyerah menyalahkan takdir.
Aku teringat, tak mungkin lupa, yang kupilih
Melbourne, 20 April 2009
Puisi untuk Anak Lelakiku tersayang, Senthforth Faizulhub
Senin, 2009 April 20 21:12:00 BNT
Aku adalah apa yang kupilih
Aku teringat adagium 'aku adalah yang aku makan'atau 'aku menjadi apa yang kupikirkan'
yang sebenarnya aku memilih yang kumakan dan kupikir maka aku lebih menyukai perkataanku ini 'aku adalah apa yang kupilih'
Aku teringat betul kala itu kutonton 'little house on the prairie' bukannya 'si unyil'
kubaca 'hello' bukannya 'hai' dan sekarang aku tahu aku telah jauh hari memilih hidupku.
Aku pun teringat,sangat kuingat, saat aku memutuskan pulang dari perantauanku mengadu nasib di Sumbawa, meski baru sebentar saja disana, malah belum sempat mengirimkan lamaran ke New Mount, karena sebelumnya, di kapal aku mendengar Iwan Fals menyanyikan lagu yang menantang pendirianku 'selamat jalan kawan, semoga kau benar' aku memilih pulang
Aku tak melupakan, tak akan lupa, seketika kakiku tiba di rumah, segera setelahnya aku terima jadwal mengajar, dan aku memilih menerimanya.
Aku teringat, masih teringat, haru biru perjuanganku memilih pendamping hidupku,
aku tak mungkin lupa, ketika aku memilih menyerahkan anak laki pertamaku, usia dua bulan, ke dokter-dokter bedah otak.
Aku masih ingat, masih terus ingat, doaku kepada Allah untuk mengijinkanku merawatnya kembali, apapun yang terjadi.
Aku teringat dan terus terus terus ingat aku telah memilih, aku mengakui bahwa aku memilih dan bukan berdiam, aku telah menjadi apa yang kupilih dan bukan menyerah menyalahkan takdir.
Aku teringat, tak mungkin lupa, yang kupilih
Melbourne, 20 April 2009
Puisi untuk Anak Lelakiku tersayang, Senthforth Faizulhub
Senin, 2009 April 20 21:12:00 BNT
Rabu, 01 April 2009
N i r b a y a
http://xpresi-riaupos.blogspot.com/2008/11/nirbaya-puisi-perjuangan.html
lembah hijau nirbaya punya nama
cerita tragedi duka
tempat eksekusi orang yang tiga
nusa kambangan punya arena
sembilan november kejadiannya
lekanglag sudah jiwa dan raga
saat peluru koyakkan dada
menangis dunia seketika
lepaskan mujahid perkasa
gugurlah sudah para suhada
nirbaya ....nirbaya
saksi bisu semuanya
Karya: Radius
Jl. Budi Rahayu, Kulim Pekanbaru
Ragam Pusi

Sobat semua saya butuh referensi tentang ragam puisi di bawah ini, bagi sobat yg dapat kirim salah satu contoh puisi maka sobat dapat award di atas, ....ana tunggu
B. Ragam Puisi
menurut Luqman Haqani puisi ada beberapa ragam di antaranya:
1. Puisi epik : tentang kepahlawanan, legenda atau sejarah.
2. Puisi naratif : tentang kandungan cerita pelaku dan keadaan sekitarnya yang menggambarkan, balada, kasih sayang, kedengkian, ketakutan, kepedihan, dan kegembiraan.
3. Puisi lirik :luapan batin seorang penyair dari endapan pengalamannya.
4. Puisi dramatik : mengandung gambaran kisah tertentu.
5. Puisi didaktik : mengandung nilai pendidikan
6. Puisi romance : mengandung ungkapan rasa cinta seseorsng kepada yang di kasihinya
7. Puisi elegi : mengandung kesedihan
8. Puisi ode : mengandung pujian atau jasa atau kepahlawanan
9. Puisi satirik : mengandung sindiran tentang kepincangan atau ketidak beresan dalam kehidupan masyarakat atau kelompok
10. Puisi himne : mengandung rasa cinta kepada tanah air
11. Puisi religi : mengandung kecintaan terhadap Sangpencpta.
Langganan:
Postingan (Atom)
Sepatu
Sepasang Langkah, Satu Tujuan Mereka terlahir dari rahim yang sama, Namun ditakdirkan berdiri di ruang yang berbeda. Yang satu melengkung ke...
-
Setelah dapat saran dari mas Ahmad Faisol ana sempatkan cari makalah tentang puisi dan seluk beluknya, mudah-mudahan dengan tulisan di bawah...
-
KAU BUKAN RUMAH Oleh: Idwik Malam itu, gerimis membungkus kota dengan aroma tanah basah yang pekat dan dingin. Di dalam ruang kerja yang...
