Tampilkan postingan dengan label Puisi Kiriman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Kiriman. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 April 2010

Bantal Mate


Fathi Al Qadri


Tutokal Pang Poto Balad
Mandang Let Biru Ai
Senap Semu Mata Nulang
Yasosong Ling Angin Labu



Yasosong mo Leng Angin
Ate Rusak Ya kasawir
Ya bawa Ngawang Leng Pio
Tenri Ko Gili Bolang Diri

Bolang Diri Bantal Mate
Beangmo Nyawa Ka lepas
Nomonda Masa Kanyaman
Karampat mo Palangan

Mana Karampat Palangan
Beang No DapatYasumping
Santung Komplamo Hajat
No Gampang Yabarabo

Karurekmo Den Gasal Ta
Lamin Nan Kamo Jangi
Rabeyang Rena No Rela
Bawamo Bantal Mate

Senin, 08 Juni 2009

Saat-saat yang Indah

Dari Sakinah...
nina_28056@yahoo.com

Terkadang ada saat-saat dalam hidup ketika engkau merindukan seseorang begitu dalam, hingga engkau ingin mengambilnya dari angan-anganmu, lalu memeluknya erat-erat !


Ketika pintu kebahagiaan
tertutup, pintu yang lain terbuka...tetapi, seringkali kita memandang terlalu lama pada pintu yang tertutup hingga kita tidak melihat pintu lain, yang telah terbuka bagi kita.


Jangan percaya penglihatan; penglihatan dapat menipu.
Jangan percaya kekayaan; kekayaan dapat sirna.
Percayalah pada dia yang dapat membuatmu tersenyum.
.............. Sebab hanya senyumlah yang dibutuhkan untuk mengubah hari gelap menjadi terang.
Carilah dia, yang membuat hatimu tersenyum.
Angankan apa yang engkau ingin angankan...
Pergilah kemana engkau ingin pergi....
Jadilah seperti yang engkau kehendaki.


Semoga engkau punya cukup kebahagiaan untuk membuatmu tersenyum.
Cukup pencobaan untuk membuatmu kuat.
Cukup penderitaan untuk tetap menjadikanmu manusiawi.
Dan cukup pengharapan untuk menjadikanmu bahagia.


Mereka yang paling berbahagia tidaklah harus memiliki yang terbaik dari segala sesuatu.
Mereka hanya mengoptimalkan segala sesuatu yang datang dalam perjalanan hidup mereka.
Masa depan yang paling gemilang akan selalu dapat diraih dengan melupakan masa lalu yang kelabu.
Engkau tidak akan dapat maju dalam hidup hingga engkau melepaskan segala
kegagalan dan sakit hatimu..


Ketika engkau dilahirkan, engkau menangis sementara semua orang di sekelilingmu tersenyum. Jalani hidupmu sedemikian rupa, hingga pada akhirnya engkaulah satu-satunya yang tersenyum sementara semua orang di sekelilingmu menangis.
Jangan hitung tahun-tahun yang lewat, hitunglah s aat-saat yang indah ..
HIDUP TIDAK DIUKUR DENGAN BANYAKNYA NAPAS YANG KITA HIRUP melainkan DENGAN SAAT-SAAT DIMANA KITA MENARIK NAPAS BAHAGIA.
tanda


Jumat, 01 Mei 2009

Flu Babi dan Ketakutanku



Kiriman dari Hanung Triyoko (Melbourn, Australia)


Ada rasa takut yang saat ini menyergapku ketika terbaca berita 'flu babi'
mengapa aku takut?
apakah karena konfirmasi para ahli bila virus penyebab flu itu telah mutan dan telah menyebar dari manusia ke manusia? Apakah karena vaksin juga belum tersedia untuk menghadangnya?
aku tahu, aku telah masuk dalam perangkap logika dunia, aku takut karena aku mulai mencoba menghubungkan alasan-alasan kematian, aku takut karena aku mulai mempercayai potensi flu sebagai pencabut nyawa,
padahal, Allah tidak butuh alasan untuk mengakhiri hidup kita, dan sebaliknya tidak pula memberi kekuatan apapun pada suatu apapun untuk mencabut nyawa, bila belum kehendakNya.
Ya Allah, dengan Ridhamu, kucabut ketakutanku, kukembalikan semua pada keputusanMu, pada doaku yang memohon perlindunganMu atas ketakutanku.

Jumat, 2009 Mei 01 15:38:00 BNT

tanda


Sepatu

Sepasang Langkah, Satu Tujuan Mereka terlahir dari rahim yang sama, Namun ditakdirkan berdiri di ruang yang berbeda. Yang satu melengkung ke...