Di Balik Riuh Lapangan Hijau
Peluit ditiup, layar kaca pun menyala,
Dunia terhipnotis dalam satu lingkaran bola.
Sorak-sorai bergemuruh, jaring gawang bergetar,
Menatap sang bintang dengan decak kagum yang pendar.
Sembilan puluh menit waktu bergulir begitu cepat,
Menahan napas, menanti gol yang paling tepat.
Namun di sela drama taktik dan adu gengsi,
Jangan biarkan hatimu lupa akan esensi.
Ketika adzan berkumandang membelah malam,
Lebih nyaring dari sorak suporter yang menghantam.
Tinggalkan sejenak layar yang memikat mata,
Sujudlah pada-Nya, Pemilik seisi semesta.
Skor pertandingan bisa berubah dalam sekejap mata,
Namun catatan amalmu abadi tak pernah dusta.
Juara dunia akan berganti setiap masa,
Namun rida Tuhanmu adalah kemenangan yang nyata.
Nonton piala dunia boleh-boleh saja,
Menikmati indahnya permainan kaum manusia.
Asal lima waktu tak kau biarkan terlewat,
Sebab di akhirat nanti, itulah tiket keselamatan yang hebat.