Senin, 29 Juni 2026

Sujud Pasrah di Batas Keinginan

 


Sujud Pasrah di Batas Keinginan

Ketika jemari menggenggam harap pada sesama, Seringkali yang pulang hanyalah kecewa yang membiru. Manusia itu rapuh, sama-sama menengadah dada, Tak layak jadi sandaran tempat mengadukan rindu.

Maka palingkan wajahmu, wahai jiwa yang lelah, Tataplah langit, tempat Sang Pemilik Semesta bertahta. Berharaplah hanya pada Dia, Sang Maha Penggubah, Yang menciptakan jemari, jantung, dan helai nafas kita

Jumat, 26 Juni 2026

Di Balik Riuh Lapangan Hijau


Di Balik Riuh Lapangan Hijau

Peluit ditiup, layar kaca pun menyala, Dunia terhipnotis dalam satu lingkaran bola. Sorak-sorai bergemuruh, jaring gawang bergetar, Menatap sang bintang dengan decak kagum yang pendar.

Sembilan puluh menit waktu bergulir begitu cepat, Menahan napas, menanti gol yang paling tepat. Namun di sela drama taktik dan adu gengsi, Jangan biarkan hatimu lupa akan esensi.

Ketika adzan berkumandang membelah malam, Lebih nyaring dari sorak suporter yang menghantam. Tinggalkan sejenak layar yang memikat mata, Sujudlah pada-Nya, Pemilik seisi semesta.

Skor pertandingan bisa berubah dalam sekejap mata, Namun catatan amalmu abadi tak pernah dusta. Juara dunia akan berganti setiap masa, Namun rida Tuhanmu adalah kemenangan yang nyata.

Nonton piala dunia boleh-boleh saja, Menikmati indahnya permainan kaum manusia. Asal lima waktu tak kau biarkan terlewat, Sebab di akhirat nanti, itulah tiket keselamatan yang hebat.

Sepatu

Sepasang Langkah, Satu Tujuan Mereka terlahir dari rahim yang sama, Namun ditakdirkan berdiri di ruang yang berbeda. Yang satu melengkung ke...