Puisi Kahlil Gibran
Tuhan…
hari itu aku berdosa
hari ini aku tobat
dan esok aku lupa akan akad ku…
aku tertawa bersama-Mu
saat aku bersujud
aku terbang ke dalam diri-Mu
aku memanja pada-Mu
entah apa yang membawaku kepada-Mu
tapi aku yakin bahwa aku telah berada pada-Mu
Tuhan…
tahukah Engkau bahwa ketika aku menangis
ternyata aku temukan kebahagiaan yang sebenarnya berikan
lewat tangisku..
Tuhan…
Senin, 07 Desember 2009
Kebajikan
Ketika mampu bersegera dalam kepasrahan
dalam pengakuan dsa yang telah dilakukan
hingga tak dapat lagi tetesan air mata mengalir di pipiya
karna saking banyaknya dosa yang telah di buatnya
Ketika mampu menyisihkan sebagaian rizkinya
kepada sesama hamba yang memerlukan
dan kepada sistem yang menjunjung tinggi kalimah Allah
baik di waktu lapang maupun sempit..
Ketika jiwa mampu mwnahan nafsu amarah
di saat menggelora di dalam dada
hingga mampu memaafkan kesalahan orang lain
serta meminta maaf atas kesalahannya sendiri
sebesar apapun salah prilaku yang telah di lakukan..
Ketika telah berbuat kejahatan
dan aniaya kepada diri sendiri
maka hanya tuhanlah yang diingat
tuk berharap rahmat dan ampunannya
siapkah lagi yang yang dapat mengampuinya
selain Rab penguasa alam sejatu
Ketika berharap akan dirinya
tuk mendapatkan ampunan dan balasan surga ang abadi
di dalamnya mengalir sungai-sungai
sebagai penyejuk yang selama ini telah hilang...
dan itulah kenikmatan yang tak terhitung nilainhya ...

dalam pengakuan dsa yang telah dilakukan
hingga tak dapat lagi tetesan air mata mengalir di pipiya
karna saking banyaknya dosa yang telah di buatnya
Ketika mampu menyisihkan sebagaian rizkinya
kepada sesama hamba yang memerlukan
dan kepada sistem yang menjunjung tinggi kalimah Allah
baik di waktu lapang maupun sempit..
Ketika jiwa mampu mwnahan nafsu amarah
di saat menggelora di dalam dada
hingga mampu memaafkan kesalahan orang lain
serta meminta maaf atas kesalahannya sendiri
sebesar apapun salah prilaku yang telah di lakukan..
Ketika telah berbuat kejahatan
dan aniaya kepada diri sendiri
maka hanya tuhanlah yang diingat
tuk berharap rahmat dan ampunannya
siapkah lagi yang yang dapat mengampuinya
selain Rab penguasa alam sejatu
Ketika berharap akan dirinya
tuk mendapatkan ampunan dan balasan surga ang abadi
di dalamnya mengalir sungai-sungai
sebagai penyejuk yang selama ini telah hilang...
dan itulah kenikmatan yang tak terhitung nilainhya ...
Langganan:
Postingan (Atom)
Sepatu
Sepasang Langkah, Satu Tujuan Mereka terlahir dari rahim yang sama, Namun ditakdirkan berdiri di ruang yang berbeda. Yang satu melengkung ke...
-
Setelah dapat saran dari mas Ahmad Faisol ana sempatkan cari makalah tentang puisi dan seluk beluknya, mudah-mudahan dengan tulisan di bawah...
-
KAU BUKAN RUMAH Oleh: Idwik Malam itu, gerimis membungkus kota dengan aroma tanah basah yang pekat dan dingin. Di dalam ruang kerja yang...